#NusaKulinerBerita

Jepara, Kota Kelahiran Kartini dengan Pesona Kulinernya

Kalau kita ingat Kartini pasti kita ingat kota kelahirannya  Jepara. Jepara dikenal sebagai kota produsen seni ukir yang sangat indah. Ternyata jepara juga punya ragam kuliner yang yang menggugah selera.  Hmmm, apa aja ya kuliner khas Jepara? Yuk kita ulik.

Kuliner Khas Jepara:

1. Adon-Adon Coro

Adon Adon Coro merupakan minuman khas jepara. Melihat namanya akan terasa sedikit aneh namun minuman ini adalah jamu tradisional yang dibuat dengan rempah – rempah. Bagi anda yag kelelahan atau disaat musim hujan maka adon-adon coro akan memberikan efek hangat dan segar.

Berikut ini cara membuatnya:

Bahan :
– Jahe
– Gula merah
– Santan
– Kelapa muda, dipotong-potong, dibakar
– 1 sendok Jamu tolak angin (rempah-rempah)
– Air secukupnya

Cara membuat :

  1. Rebus jahe, gula merah, santan dan potongan kelapa dengan air sampai mendidih. Sisihkan.
  2. Masukkan 1 sendok jamu (rempah-rempah) di dalam mangkok, siram dengan rebusan jahe, gula merah, santan dan potongan kelapa.
  3. Tuang dalam gelas saji.
  4. Sajikan hangat.

2. Urap Latoh

Di Jepara, Urap adalah nama lain dari sambal yang dicampur dengan parutan kelapa muda, sedangkan Latoh adalah nama lain dari sejenis rumput laut yang berwarna hijau dan berbentuk bulat-bulat kecil serta memiliki rasa yang asin. Tanaman laut ini banyak ditemukan di sekitar laut pesisir Kota Rembang. Urap Latoh merupakan makanan khas dari daerah Jepara, Jawa Tengah. Makanan ini paling enak dimakan dengan nasi liwet dan tempe goreng.

Berikut ini cara membuatnya:

Bahan:

  • 250 gram Latoh
    Bahan urapan untuk diparut jadi satu:
  • Secukupnya lengkuas
  • 3 siung bawang merah
  • Secukupnya kelapa setengah tua

Cara membuat:

  1. Parut dan campur bahan urapan.
  2. Sisihkan bahan yang telah diparut.
  3. Setelah bahan urapan selesai, bersihkan latoh dari batu karang dan pasir yang menempel. Cuci pada air mengalir beberapa kali. Hingga benar-benar bersih.
  4. Note: latoh jika sudah terkena air tawar akan mudah melepes, jadi setelah semua siap menjelang akan dimakan baru dicuci untuk menjaga agar tetap segar.
  5. Campurkan rata latoh dengan bahan urapan. Latoh siap dihidangkan.

3. Bongko Mento

Bongko Mento merupakan sajian khas Jepara. Makanan ini menjadi menu favorit di keraton Jepara. Hidangan yang dibungkus daun pisang ini berisi dadar dengan isian jamur kuping, suwiran dada ayam dan soun yang ditumis bersama. Rasanya sangat nikmat dan gurih.

Berikut ini cara membuatnya:

Bahan kulit:

  • 60 gram tepung terigu protein sedang
  • 150 ml air
  • 1 butir telur, kocok lepas
  • ¼ sendok teh garam

Bahan Isian:

  • 1 ½ ons dada ayam fillet
  • 3 buah jamur kuping
  • ½ ons soun
  • 200 ml santan dari ¼ butir kelapa

Bumbu Halus:

  • ½ sendok teh gula pasir
  • ½ sendok teh ketumbar bubuk
  • 1 sendok teh garam
  • 1 cm lengkuas
  • 2 butir kemiri, sangrai
  • 2 siung bawang putih
  • 8 butir bawang merah

Bahan Kuah:

  • 50 ml santan dari ½ butir kelapa
  • ¼ sendok teh garam

Pelengkap:
Daun pisang secukupnya

Cara membuat:

  1. Pertama, siapkan semua bahan yang dibutuhkan untuk mengolah bongko mento khas Jepara.
  2. Kedua, ambil fillet dada ayam lalu cuci hingga bersih kemudian rebus selama beberapa saat.
    Angkat dan suwir-suwir sesuai selera.
  3. Selanjutnya, cuci juga jamur kuping yang telah disiapkan. Seduh menggunakan air panas lalu
    potong-potong sesuai selera. Sisihkan.
  4. Setelah itu, panaskan minyak untuk menumis bumbu halus hingga harum. Masukkan suwiran daging ayam tadi bersama santan sedikit demi sedikit, lalu aduk sampai matang.
  5. Kemudian tambahkan soun dan potongan jamur sambil tetap diaduk hingga campuran menjadi kering. Matikan api.
  6. Buatlah kulitnya dengan mencampur kocokan telur, tepung terigu, air dan garam sampai rata.
  7. Jika sudah, panaskan minyak kembali untuk membuat dadar tipis-tipis sampai adonan habis.
    Angkat.
  8. Ambil selembar, beri isian di tengahnya lalu lipat bagian kiri dan kanan. Gulung seperti membuat dadar gulung.
  9. Ulangi lagi sampai dadar dan isian habis.
  10. Selanjutnya, ambil daun pisang lalu letakkan bongko mento di atasnya. Beri campuran kuah,
    kemudian bungkus rapi.
  11. Kukuslah sajian tersebut dengan api sedang selama setengah jam. Biarkan sampai matang.
  12. Terakhir, angkat dan sajikan di piring saji untuk lekas dinikmati.

 

4. Horok Horok

Horok Horok merupakan makanan tradisional khas Jepara yang tidak asing lagi bagi masyarakat Jepara, sangat mudah mendapatkan makanan ini. di setiap pasar di Jepara pasti ada yang berjualan horok-horok. Kuliner ini berbentuk butiran-butiran kecil yang mempunyai rasa gurih kenyal. harganya sangat terjangaku sekali dari yang berharga Rp.500.- sampai Rp.1000.- .

Masyarakat Jepara menjadikan horok-horok sebagai makanan pokok pengganti beras, mereka juga menjadikan horok-horok sebagai bahan baku makanan yang bisa di padu padankan dengan kuliner lain sesuai selera, seperti pecel, bakso, es kolak plus horok-horok, sate kikil plus horok-horok yang lezat, bahkan horok-horok ini dapat dibuat minuman yang disebut wedang horok-horok.

Berikut ini cara membuatnya:

Bahan:

  • tepung aren
  • Garam

Cara membuat:

  1. prosesnya memerlukan waktu yang lama, kurang lebih selama 2 hari. Awalnya, tepung aren dicuci terlebih dahulu, kemudian dikeringkan setelah itu tepung aren disangrai.
  2. Tepung aren yang sudah kering dikukus. Setelah masak dituang dalam tempayan, kemudian diaduk menggunakan sisir.
  3. pengerukan sagu dari batang aren, kemudian tepung aren dicuci, setelah itu dilakukan pengeringan dengan bantuan abu di atas adonan.
  4. Adonan selanjutnya dikukus secara kering hingga berbentuk gumpalan-gumpalan kecil, pengukusan ini dilakukan beberapa kali berulang-ulang hingga terbentuk gumpalan kristal yang terasa kenyal.
  5. Sajikan, bisa ditambahkan sedikit garam dan dimakan sebagai campuran bakso, gado-gado, pecel atau sate kikil.

5. Brayo

Mungkin yang satu ini tidak banyak yang tau, karna brayo katanya hanya ada di jepara. Brayo adalah Buah dari pohon api-api yang dikenal sebagai buah “Brayo” sejak dulu telah dicari orang dan diperjualbelikan sebagai makanan. Meski belum ada yang tahu khasiatnya namun buah kecil-kecil dari tanaman yang tumbuh di pinggir laut ini mempunyai penggemar tersendiri. Setelah direbus tiga jam dan diganti airnya berkali-kali buah brayo ini bisa dimakan sebagai camilan tambahan dengan diberikan parutan kelapa. Rasanya yang sedikit manis dan agak pahit ini mempunyai kekhasan tersendiri bagi penggemarnya , selain itu buah yang berkulit tipis ini jika direbus akan menjadi empuk dan membuat sensasi lidah tersendiri. Oleh karena itu jika sudah merasakan nikmatnya buah brayo ini kebanyakan mereka akan membeli lagi .

Pengolahan:
  1. Brayo di rendam dalam air kapur selama seharian,
  2. lalu di masak selama seharian
  3. setelah matang di sajikan dengan parutan kelapa.
Masih banyak lagi kuliner khas jepara yang bisa kita nikmati, mari kita cari tahu lebih banyak di Budaya-Indonesia.org.
Previous post

Rohana Kudus, Sosok lain dari "Ia yang Disayangi Setiap Generasi"

Next post

Sabdha Jati, Serat Penuntun Kehidupan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.