Berita

5 Tempat Makanan Tradisional Indonesia yang Mulai Langka

Selamat hari bekal nasional! Semoga di hari bekal nasional ini kita sudah membawa bekal untuk makan siang ya! Tentunya bekal tidak selalu tentang makanan apa yang akan dibawa, tapi juga tentang tempat yang akan digunakan. Ternyata, tradisi nusantara punya bakal tempat makan tradisional loh! Simak ulasannya berikut.

 

1. Ceting/Boboko

Ceting/boboko merukan hasil kerajinan tradisional yang berfungsi sebagai tempat nasi, terbuat dari bambu dengan teknik anyaman. Kalau di kampung-kampung munking masih banyak yang memakai ceting/boboko ini. Dahulu di Indonesia, ceting/boboko merupakan wadah nasi yang wajib ada di setiap rumah di Indonesia. Namun kini mulai tergantikan oleh wadah nasi berbahan plastik. Pada kenyataannya bahan bambu pada ceting ini tidak memiliki dampak negatif pada kesehatan pemakainya. Selain itu bahannya pun ramah lingkungan.

 

2. Tenong

Tenong, berfungsi sebagai tempat kue basah dalam acara hajatan, terbuat dari bambu dengan teknik anyam. Penggunaan tenong saat ini sudah mulai jarang terlihat.

3. Bongsang

Bongsang adalah keranjang yang terbuat dari bahan bambu, biasanya dipakai untuk membawa kue-kue, kalau sekarang lebih sering dipakai oleh penjual tahu sumedang atau peuyeum. Namum kini mulai jarang kita temui karena perannnya mulai digantikan oleh kantong plastik padahal bongsang ini terbukti lebih ramah lingkungan dibandingkan kantong plastik.

 

4. Besek

Dalam kamus Jawa “Baoesastra Djawa” karangan WJS Poerwadarminta (terbitan tahun 1939), halaman 37 disebutkan, “besek yaiku araning wadhah saemper tumbu nanging cilik sarta nganggo tutup”. Dalam bahasa Indonesia, artinya besek adalah wadah sejenis tumbu/wakul wujudnya kecil serta ada tutupnya. Dalam kenyataannya, bentuk besek lebih seperti kubus yang memang ada tutupnya. Besek terbuat dari anyaman bambu. Umumnya yang dipakai bagian dalam atau sering disebut bagian hati. Yang masih alami, sisi luar dan dalam, warnanya sama putih kekuningan. Namun sekarang lebih bervariasi, sudah diberi warna yang berbeda-beda. Hingga kini besek tradisional alami masih banyak dijumpai di pasar-pasar atau warung-warung tradisional.

 

5. Daun Pisang

Selama ini daun pisang kita kenal sebagai pembungkus makanan seperti buras, lontong, pepes dan lain-lain. Namun ternyata daun pisang bisa juga dipakai sebagai wadah makanan. Gambar di atas menunjukan bentuk bentuk kreasi daun pisang sebagai wadah makanan beserta dengan namanya. Di beberapa pasar tradisional wadah daun pisang ini dapet kita temui.

Ternyata begitu banyak produk budaya kita yang sangat kreatif dan ramah lingkungan. Budaya tradisi tidak hanya sekedar memiliki nilai filosofi, namun memiliki nilai ilmu pengetahun yang dapat membantu kehidupan kita sehari-hari.

 

Cari tahu lebih banyak budaya indonesia di budaya-indonesia.org


Sumber:

Budaya-indonesia.org

Kamus Dapurku

Buku Album Kerajinan Tradisional (Bengkulu, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat) Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik indonesia

 

 

Previous post

Tahu Sumedang Punya Cerita

Next post

Nasi Kucing : Bekal Tradisi Khas Yogyakarta

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.