Berita

Legenda Romansa di Balik Pa’piong Toraja

Pernahkah kamu  mendengar Pa’piong? Pa’piong ini adalah makanan khas Toraja yang disuguhkan untuk upacara-upacara adat. Pada awalnya pa’piong diolah dengan babi, karena masyarakat Toraja banyak menernakan babi. Namun, di masa-masa sekarang kita bisa menjumpai pa’piong yang berbahan dasar kerbau, ayam, bebek, dan ikan. Jadi, masyarakat muslim pun bisa mencicip kuliner ini.

Uniknya kuliner Indonesia, makanan tidak hanya sebatas makanan semata, tetapi juga menyimpan cerita-cerita menarik di baliknya. Pun, dengan Pa’piong khas Toraja ini. Konon, Pa’piong dibuat karena kisah leluhur suku Toraja, Pong Gaunti Kembong yang mengejar seorang wanita, yang kelak menjadi pasangan hidupnya.

Kala itu, Pong Gaunti Kembong sedang terbang dan melihat seorang wanita yang rupawan dan menawan di daratan. Ia ingin menangkapnya. Namun, sang wanita bersembunyi dan masuk ke dalam batu. Ia mau menjadi pasangan Pong Gaunti Kembong dengan satu syarat, Pa’piong Sanglampa (satu ruas bambu di piong).

Pong Gaunti Kembong pun berusaha memenuhi syarat itu dan sang wanita keluar dari batu dan hidup bersama Pong Gaunti Kembong. Hubungan mereka melahirkan Puang Mattua, yang menjadi leluhur dan disakralkan oleh masyarakat Toraja. Pong Mattua bersemayam di sebelah utara Toraja. Inilah yang menjadi alasan kalau Tongkonan dibangun menghadap ke Utara.

Beginilah kekayaan rasa dan cerita di balik kuliner nusantara!


Baca lebih lanjut

Kisah Pa’piong

Resep Pa’piong Babi

Resep Pa’piong Ayam

Resep Pa’piong Kerbau

Resep Pa’piong Ikan

Previous post

Si Mungil dari Singkarak yang Hampir Punah

Next post

Akankah Tradisi Moronene Punah?

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.