#KodeNusantaraBeritaBlog

Fenomena Langka Saraswati di Hari Raya Nyepi

Hari Raya Nyepi tahun 2018 ini terasa istimewa karena bertepatan dengan Hari Raya Saraswati. Hal ini hanya terjadi sekali selama kurun waktu 100 tahun, lho! Terhitung sejak tahun 2000 hingga tahun 2100 nanti.

 

Bagi Umat Hindu, Hari Raya Saraswati adalah turunnya ilmu pengetahuan yang suci untuk kemakmuran, kemajuan, perdamaian, dan meningkatkan keberadaban umat manusia. Dirayakan setiap enam bulan sekali yang jatuh pada hari Sabtu Umanis Watugunung dalam penanggalan Hindu. Besoknya, Pwaing wuku Sinta adalah hari Banyu Pinaruh, yaitu hari yang merupakan kelanjutan dari perayaan Saraswati. Perayaan Saraswati berarti mengambil dua wuku, yaitu wuku Watagunung (wuku yang terakhir) dan wuku Sinta (wuku yang pertama). Hal ini mengandung makna sebagai pengingat kepada manusia untuk menopang hidupnya dengan ilmu pengetahuan yang didapatkan dari Sang Hyang Saraswati. Karena itulah, ilmu pengetahuan pada akhirnya adalah untuk memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewi Saraswati.

Sumber: http://kb.alitmd.com/makna-hari-raya-saraswati-bagi-umat-hindu/

Dalam legenda, digambarkan bahwa Dewi Saraswati adalah istri Dewa Brahma. Saraswati adalah Dewi pelindung/pelimpah pengetahuan, kesadaran (widya), dan sastra. Beliau disimbolkan sebagai seorang dewi yang duduk di atas teratai dengan berwahanakan seekor angsa (hamsa) atau seekor merak, berlengan empat membawa sitar/veena, ganatri, dan pustaka. Makna dari simbol-simbol ini adalah:
1. Berkulit putih: dasar ilmu pengetahuan (vidya) yang putih, bersih, dan suci.
2. Kitab di tangan kiri: semua bentuk ilmu dan sains yang bersifat sekular. Vidya (ilmu pengetahuan spiritual) dapat mengarahkan ke moksha, namun avidya (ilmu pengetahuan sekular) jangan diabaikan.
3. Veena: seni, musik, budaya dan suara AUM yang merupakan simbol keharmonisan pikiran, budhi, kehidupan dengan alam lingkungan.
4. Ganatri di tangan kanan: ilmu pengetahuan spiritual lebih berarti daripada berbagai sains yang bersifat sekular (di tangan kiri). Bagaimanapun pentingnya kitab-kitab dan ajaran berbagai ilmu pengetahuan, tanpa penghayatan dan bakti yang tulus maka semua ajaran akan sia-sia.
5. Wajah cantik jelita dan kemerah-merahan: simbol kebodohan dan kemewahan duniawi yang sangat memukau namun menyesatkan (avidya).
6. Angsa: perlambang mampu membedakan mana yang baik dan buruk (vidya).
7. Merak: penyampai pesan.
8. Bunga teratai: bisa tumbuh dengan subur dan menghasilkan bunga yang indah walaupun hidupnya di atas air yang kotor.

 

Semoga Hari Saraswati memberikan semangat positif untuk para pelajar dan penggelut dunia pendidikan serta Umat Hindu yang sekaligus merayakan Nyepi mendapatkan hikmahnya, ya!

 

Sumber:

pmhdwarmadewa, kb.alitmd, student.cnnindonesia


Info lebih lanjut:

Dewi Saraswati

Previous post

Jejak Tradisi Nyepi di Sumatera Utara

Next post

Serupa Bali, Tidore Nyepi Dengan Tradisi Paca Goya

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.