#KodeNusantaraBeritaBlog

Tari Nusantara Manakah yang Sesuai Kisah Cintamu? Romantis atau Pilu?

Ada romantika dua sejoli dalam budaya Indonesia. Tak hanya di cerita rakyat, motif kain, lagu daerah, kuliner tradisional, ritual, pun dalam tarian. Berikut romansa tarian dari Sumatera hingga Maluku:

1. Tari Karonsih – Jawa Timur

Tari Karonsih berasal dari Jawa Timur. Kata Karonsih berasal dari Bahasa Jawa ‘kekaron atau sakloron tansah asih’ yang artinya keduanya saling mencintai. Melambangkan kisah asmara Dewi Sekartaji yang biasa disebut putri Galuh Candra Kirana dengan kekasihnya yang bernama Panji Asmara Bangun. Tarian ini sering ditampilkan pada resepsi pernikahan. Diharapkan dengan adanya tarian Karonsih, maka percintaan kedua mempelai bagaikan cinta kasihnya Galuh Candra Kirana dengan Panji Asmara Bangun.

Tarian ini mengisahkan kecintaan dan kerinduan Dewi Sekartaji saat ditinggal oleh Panji Asmara Bangun, suaminya. Saat Sekartaji merasa kesal karena diragukan cintanya, Panji mencoba merayu kembali dengan berbagai cara. Mulai dari mengejarnya sampai mengambilkan bunga kesukaan Sekartaji lalu memakaikannya ke  kepala Dewi Sekartaji. Akhirnya Dewi Sekartaji takluk dan gembira menari bersama suaminya tercinta.

 

2. Tari Lalayon – Maluku Utara

Tari Lalayon adalah sebuah karya tari pergaulan yang berasal dari Maluku Utara. Tarian ini berisi pesan-pesan romantis, dibawakan secara berpasangan dan memiliki gerakan indah di sepanjang babak tariannya. Mata para penari saling berpandangan antara pria dan wanita seolah sedang kasmaran. Sang pria melakukan gerakan menggoda di hadapan wanita. Sang wanita memunculkan sebuah senyum simpul di mulutnya tanda menerima godaan sang pria. Keduanya kemudian berputar-putar dan tubuh mereka seolah sedang berdialog satu dengan lainnya. Perasaan sayang dan penuh perhatian sangat terasa di dalam tiap gerakan para penari. Setiap pasangan menunjukkan kehangatan yang begitu mendalam sebagai bentuk pesan cinta yang mereka miliki.

Tari Lalayon biasanya dibawakan dalam berbagai acara-acara formal seperti pesta adat atau pernikahan. Tarian ini merupakan karya etnik Maluku Utara yang patut diacungi jempol karena masih banyak diketahui oleh para generasi muda Ternate. Mereka tidak malu dan sebaliknya sangat mendukung tarian ini. Tak hanya bermakna hubungan kasih antara muda-mudi saja, tari Lalayon juga dapat bermakna sebuah ucapan syukur atas berbagai anugerah Yang Maha Kuasa beri terhadap manusia dalam bentuk alam serta makhluk hidup di dalamnya. Ucapan syukur ini dituangkan dalam bentuk rasa sayang dan perhatian yang selalu diwujudkan dalam keseharian hidup manusia.

 

3. Tari Tumatenden – Sulawesi Utara

Tari Tumatenden merupakan tarian yang diangkat dari cerita rakyat Minahasa yang berlokasi di Airmadidi daerah Minahasa Utara. Kisah cinta seorang petani dengan bidadari ini dikemas dalam bentuk gerak tari yang khas dengan diiringi musik tradisional dan ditampilkan tanpa dialog. Tarian Tumatenden merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Minahasa dan sering ditampilkan pada pernikahan adat, pertunjukan seni, dan festival budaya.

Tari Tumatenden biasanya dimainkan oleh 7 atau 9 penari wanita dan 1 orang penari pria. Dalam pertunjukannya, penari pria berperan Mamanua dengan memakai kostum seperti petani pada umumnya. Sedangkan para penari wanita berperan sebagai para bidadari dengan berpakaian cantik layaknya seorang bidadari dan mengenakan selendang yang digunakan untuk menari.

 

4. Tari Lenggok Mak Inang – Sumatera Utara

Tari Lenggok Mak Inang merupakan tari tradisional Melayu dari Sumatra Utara. Jumlah penari dalam tarian ini ada dua orang, yakni laki-laki dan perempuan. Menceritakan pertemuan antara bujang dan dara, perjalinan kasih mereka, hingga akhirnya pasangan itu melangsungkan pernikahan.  

Masyarakat Melayu di Sumatra Utara biasanya mementaskan tarian ini dalam berbagai upacara dan acara-acara yang melibatkan banyak orang. Bagi masyarakat Melayu menyelenggarakan kenduri besar atau pesta panen setelah menuai padi menjadi suatu budaya yang berkesinambungan. Acara ini menjadi ajang berkumpul semua orang kampung, termasuk juga lajang dan dara yang sedang dalam proses mencari pasangan hidup. Proses pencarian jodoh dalam bingkai kearifan Melayu tersebut kemudian menjadi inspirasi dalam gerakan-gerakan Tari Lenggok Mak Inang.

 

5. Tari Bopureh – Kalimantan Barat

Tari bopureh merupakan tari kreasi yang menceritakan kisah cinta pemuda Suku Dayak Jangkang dengan seorang gadis cantik Kanayan yang terhalang oleh adat. Dalam bahasa Jangkang, “bopureh” mengandung arti silsilah. Tari kreasi ini coba menggambarkan silsilah adat memisahkan tali kasih yang sudah terikat erat antara dua sejoli.

Tari kreasi bopureh dipentaskan oleh 10 orang penari, delapan orang penari pelengkap dan dua orang berperan sebagai sepasang kekasih yang tengah menjalin cinta. Gerak tari bopurehdidominasi oleh liukan tangan sambil sesekali mengubah formasi. Di bagian tengah pementasan, delapan penari yang semuanya perempuan akan membentuk formasi melingkar dengan pria penari sebagai pusat. Kain warna-warni yang dibentangkan merupakan simbolisasi dari beragamnya Suku Dayak. Keberagaman tersebut yang justru menjadi penghalang kisah cinta pemuda Jangkang dengan gadis Kanayan.

 

Nah, tari romantis tersebut dapat ditarikan dengan pasangan untuk mengekspresikan kisah cinta kalian. Menarik, bukan?

Kalau tak bisa menari, ajaklah para penari untuk mengenal tari tradisional ini demi pelestarian sekaligus menyebarkan informasi di baliknya supaya edukasi budaya tersampaikan menyeluruh ke masyarakat, ya!

 

Sumber:

Tarijatim.blogspot, Diary.masifanUjiansmaKompasianaIndonesiakaya, Negerikuindonesia, Melayuonline, Indonesiakaya


Info lebih lanjut:

Tari Karonsih

Tari Lalayon

Tari Tumatenden

Tari Lenggok Mak Inang

Tari Bopureh

Artikel Sebelumnya

Kisah Cinta dan Fakta di Balik Candi Prambanan yang Harus Kamu Tahu

Artikel Selanjutnya

Wyn Sargent-Obahorok: Drama Pernikahan Wanita AS dan Kepala Suku Pedalaman Papua

Tidak Ada Komentar

Tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.