#KodeNusantara

Meriahnya Seren Taun

Rangkaian ritual upacara Seren Taun berbeda-beda dan beraneka ragam antara satu desa dengan desa lainya. Akan tetapi intinya adalah prosesi penyerahan hasil bumi berupa padi yang dihasilkan dalam kurun waktu satu tahun untuk disimpan ke dalam lumbung atau dalam bahasa Sunda disebut leuit. Adapun rangkaian upacara seren taun di Sindangbarang Bogor diawali dengan menyimpan berbagai hasil panen bumi seperti padi, buah-buahan, sayur mayur atau bahkan mata pencaharian lain seperti sandal atau sepatu. Mengingat masyarakat Bogor banyak sekali yang bekerja sebagai pengrajin sendal dan sepatu di rumah-rumah mereka.

Semua hasil panen ini diberikan secara sukarela dari para warga, lalu hasil panen dimasukkan kedalam dongdang (pikulan) untuk diarak. Sebelum melakukan arakan para warga diberkati dulu dengan percikan air yang telah didoakan. Air doa ini bukan sembarang air, karna diambil dari beberapa curug atau sumber mata air di beberapa tempat di desa Sindang Barang.

Setelah hasil panen sudah terkumpul, para warga berjalan kaki sepanjang 2 KM untuk berpawai menuju Imah Gede. Imah Gede merupakan sebutan dari tempat yang dihuni oleh para pupuhu atau sesepuh kampung. Setelah itu para warga dan sesepuh berkeliling kampung sambil membawa padi dan hasil panen lainya sambil menampilkan kesenian disepanjang jalan menuju alun-alun kampung budaya Sindang Barang.

Saat melakukan pawai para warga sudah antusias berkumpul di pinggir jalan untuk menyaksikan kemeriahan pawai. Ada juga warga yang ikut menyambung pawai sehingga barisan pawai menjadi semakin panjang dan meriah.

Previous post

Tradisi Suku Tengger Bromo

Next post

Mengenal Motif Batik beserta Asal Daerahnya

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.