BeritaPiknik

7 Rangkaian Acara Seren Taun yang harus Kalian Tahu

Acara Seren Taun merupakan acara tahunan budaya Sunda yang selalu diadakan di beberapa desa di Jawa Barat.  Upacara Seren Taun diadakan sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rejeki panen yang diterima tahun lalu. Upacara ini dilakukan dengan  menyerahkan hasil panen kepada salah satu media. Beberapa desa yang masih menjalankan upacara Seren Taun setiap tahunnya adalah : Desa Cigugur, Desa Ciptagelar, Desa Adat Sindang Barang, Desa Kanekes, dan Kampung Naga Kabupaten Tasikmalaya.

Rangkaian acara Seren Taun diadakan selama 7 hari, dimana setiap harinya selalu ada rangkaian acara. Nah berikut adalah 7 rangkaian acara Seren Taun yang harus kalian tahu :

1.) Neuteupkeun (Hari Pertama)

Neuteupkeun merupakan semacam niat agar acara Seren Taun berjalan dengan lancar. Biasanya upacara Neuteupkeun ini dipimpin oleh Sang Rama dan dilaksanakan ditempat pabeasan atau tempat menyimpan beras. Selain beras, Pabeasan ini digunakan untuk menyimpan bumbu dapur, sayur mayur, minum, atau kue yang nantinya akan dimakan disaat pergelaran Seren Taun ini.

2.) Ngembang (Hari kedua)

Ngembang atau Nyekar merupakan kegiatan ziarah ke makam para leluhur contohnya makam Sang Prabu Langlangbuana dan Prabu Prenggong Jayadikusumah di Gunung Salak.

3.) Sawer Sudat dan Ngalage (Hari ketiga)

Prosesi selanjutnya dari Sawer sudat dan Ngalage adalah kegiatan sudat (Sunat) massal bagi anak-anak dengan berpakaian adat dan duduk ditandu (japana). Acara ini diadakan di alun-alun dan sebelum memulai acara, sang rama akan berdoa terlebih dahulu serta memberi restu kepada para orangtua peserta sunatan agar acara berjalan lancar. Setelah berdoa selesai, anak-anak kemudian diarak menggunakan japana.

4.) Sebret Kasep (Hari keempat)

Apabila sawer sudat adalah proses sebelum anak-anak di subat, sedangkan Sebret kasep merupakan pelaksanaan Sudat atau sunat itu sendiri.

5.) Ngukuluan (Hari kelima)

Ngukuluan merupakan kegiatan mengambil  mata air dari 7 sumber dan bermula dari Imam Kolot.  Dalam perjalanan mengambil mata air tersebut, terdapat iringan yang bernama Angklung gubrag. Air tersebut nantinya dicipratkan ke para warga agar mendapatkan berkah. Dan pada malam harinya, dilaksanakan kegiatan doa-doa yang dipimpin oleh Kokolot Panggiwa air.

6.) Sedekah kue, Helaran, Nugel Munding, Sedekah daging, Pertunjukan seni (Hari keenam)

                        

Pada hari keenam ini, acara dilakukan pada pagi hari karena acara akan berlangsung panjang. Dalam acara ini, panitia akan mempersiapkan sebanyak 40tampah yang nantinya berisikan aneka kue. Dan tambah berisikan aneka kue tersebut akan diperebutkan oleh panitia serta masyarakat. Setelah acara tersebut, dilakukan pemotongan kerbau di lapangan inpres. Sama seperti yang sebelumnya, perjalanan menuju lapangan inpres pun juga diiringi oleh kesenian khas seperti angklung gubrab, jampana berisi air kukulu dan lainnya. Setelah pemotongan kerbau, daging dari kerbau tersebut kemudian ditaruh didalam tampah. Lalu didoakan dan kemudian disedekah kan kepada warga.

7.) Helaran dongdang, Majiekeun Pare, Pintonan kesenian (Hari ketujuh)

Pada hari ketujuh ini merupakan acara puncak dari Seren Taun. Para warga biasanya sudah bersiap dari subuh dengan membawa dongdang. Lalu pada pukul 08.00 pagi, rombongan bergerak menuju kampung budaya. Selanjutnya dilanjutkan acara majiekeun pare, yaitu memasukkan padi ke lumbung ratna.

             

Dongdang yang tadi telah dibawa oleh warga, kemudian di doakan oleh sang Rama. Dan nantinya hasil bumi tersebut akan diperebutkan oleh warga. Selanjutnya terdapat hiburan pertunjukan tari  serta diiringi oleh gamelan. Pada malam harinya terdapat pargelaran wayang golek yang diselenggarakan di alun-alun. waktu Inti pada acara sebenarnya adalah 30 menit – 5jam. Dan untuk yang lainnya hanya sebagai pendamping saja.

Nah itu dia tadi rangkain acara dari seren taun. Mungkin terkesan ribet atau banyak sekali aturan, tetapi dari pada itu adalah kekeluargaan para warga akan terus terjalin dengan adanya acara seren taun ini. Warga diajarkan untuk saling kompak dalam melestarikan budaya. Semoga tradisi Seren Taun ini akan terus diadakan oleh anak cucu kita ya!

Sumber :

Wikipedia

blogspot.co.id

Baca juga :

Jawa Barat

Previous post

Tradisi Ngaben "Bali"

Next post

5 Fakta Unik Urang Sunda

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.