Berita

SEMINAR DAN PAMERAN NILAI BUDAYA: PEMBANGUNAN KARAKTER BANGSA MELALUI BUDAYA LOKAL

Pada 29 Agustus 2017 telah dilaksanakan Seminar dan Pameran Nilai Budaya sebagai puncak rangkaian Kegiatan Lawatan Budaya yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Cagar Budaya, Nilai Budaya dan Sejarah. Bertempat di Auditorium Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, kegiatan yang mengangkat tema “Pembangunan Karakter Bangsa Berbasis Budaya Lokal” ini dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari akademisi, budayawan, komunitas-komunitas sejarah dan budaya, serta beberapa sekolah di Jawa Barat.

Usai dibuka dengan laporan Kepala Balai Pengelolaan Cagar Budaya, Nilai Budaya dan Sejarah serta sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, masuklah kepada acara inti, yakni presentasi materi yang terbagi menjadi 2 sesi. Adapun presentasi materi pertama disampaikan oleh Dr. Suhendi Afryanto S. Kar, M. M selaku akademisi/budayawan. Untuk mengawali penyampaian materi, beliau memberikan sebuah gambaran bahwa betapa minimnya apresiasi terhadap para pegiat budaya karena dianggap tidak menjanjikan di masa depan. Selain itu, kebudayaan dimaknai secara sempit, sebatas kesenian saja. Pada intinya, pemateri satu mengajak kita untuk berkontemplasi, membangun kesadaran baru agar ada yang bisa kita banggakan, yang kita miliki dan sudah diwarisi oleh nenek moyang kita yaitu kebudayaan. Kesadaran itulah yang akhirnya membangun jati diri bangsa kita, identitas pembeda yang sedikit demi sedikit mulai digerogoti oleh kebudayaan bangsa lain yang merusak.

Serupa dengan pemateri satu, pemateri dua yang disampaikan oleh Bambang Aarayana Sambas (akademisi/budayawan) menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal di tengah arus globalisasi yang selain membawa pengaruh konstruktif, juga pengaruh destruktif. Dengan demikian segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas seni budaya seyogyanya bertujuan untuk menggali, melestarikan, serta mengembangkan kebudayaan daerah.

Acara berlangsung hangat ketika para peserta mengajukan pertanyaan kepada pemateri. Selain itu, peserta juga diperkenankan melihat pameran yang terdapat di area dalam Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat.

Previous post

5 Kuliner Indonesia Berbahan Dasar Santan Kelapa Terenak

Next post

LENGGAK-LENGGOK BUDAYA NGAWI

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.