Berita

Kode-Kode Nusantara pada Upacara Seren Taun Ciptagelar

Sebagai salah satu negara agraris yang bertumpu pada sektor pertanian, tentu panen menjadi hal yang sentimentil dalam budaya Indonesia. Hampir setiap suku di Indonesia memiliki ritualnya sendiri untuk mensyukuri hasil panen yang ada. Salah satu ritual mensyukuri hasil panen tersebut adalah ritual Seren Taun.

Ritual Seren Taun merupakan salah satu tradisi ritual tahunan yang diadakan oleh beberapa desa adat Sunda sebagai salah satu bentuk rasa syukur atas hasil panen selama satu tahun. Ritual ini telah diadakan sejak zaman Kerajaan Padjajaran. Salah satu desa Adat Sunda yang menyelenggarakan Ritual Seren Taun yaitu Kampung Ciptagelar, Sukabumi, Jawa Barat.

Di kampung adat Ciptagelar, upacara seren taun biasanya digelar pada tanggal 22 bulan Rayagung, sebagai bulan terakhir dalam perhitungan kalender Sunda. Penanggalan 22 bulan Rayagung sebagai waktu perayaan upacara seren taun memiliki pemaknaan dan filosofi tersendiri di kalangan masyarakat adat Ciptagelar. Tanggal 22 bulan Rayagung menjadi simbol atas siklus kehidupan yang meliputi suka-duka, baik-buruk, siang-malam, memberi-merima dan sebagainya. Perayaan Seren Taun 22 Rayagung tahun ini, bertepatan pada tanggal 15-17 September 2017, dan merupakan upacara seren taun ke-649.

Pada rangkaian upacara seren taun tersebut, tim Sobat Budaya melaksanakan ekspedisi budaya untuk mendata dan mendokumentasikan berbagai macam informasi budaya yang dapat digali di kampung adat Ciptagelar. Hasil pendataan ini akan dipaparkan oleh para tim ekspeditor Sobat Budaya, yakni Dadan Suhandana, Oase Kirana Bintang, Elyas Yolanda Y., Evi Farida Santi. Informasi dan data budaya yang berhasil digali dari upacara Seren Taun Ciptagelar tersebut juga akan dibedah dari sudut pandang sains, oleh Hokky Situngkir, President Bandung Fe Institute dan penulis #KodeNusantara pada acara Omongan Budayo vol. 12: “Ekspedisi #KodeNusantara pada #SerenTaun Ciptagelar.”

Acara ini akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 September 2017, Pukul 13.30 – 16.00 WIB bertempat di Sekretariat Sobat Budaya, Jl. Tebet Barat Dalam IV No. 6, Jakarta Selatan. Hokky Situngkir sebagai Panelis.

Previous post

Rampak Gendang ; Kesenian energik khas Jawa Barat

Next post

Mengenal Kesenian Sisingaan khas Jawa Barat

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.