Berita

6 Jenis Gunungan dalam Upacara Garebeg

Kata gunungan dalam bahasa Jawa bermakna “gunung-gunungan”, seperti gunung, menyerupai gunung. Gunungan adalah salah satu wujud sesajian selamatan (dalam bahasa Jawa disebut sajen wilujengan) yang khusus dibuat untuk disajikan dalam selamatan negara (dalam bahasa Jawa disebut Wilujengan Negari) setiap garebeg dan maleman atau selikuran. Ada 6 jenis Gunungan, diantaranya:

  1. Gunungan Lanang

Gunungan ini tingginya 1,5 meter ditaruh di atas sebuah nampan besar yang diletakkan di atas papan kayu berukuran 2 x 1,5 meter. Pucuk Gunungan disebut Mustaka (kepala) yang dihiasi dengan kue­-kue penganan yang terbuat dari beras dalam bentuk ikan yang disebut Buderan. Lima buah untaian bunga melati yang masing-masing ujungnya adalah bunga kantil digantungkan di Baderan.

  1. Gunungan Wadon

Gunungan Wadon bentuknya mirip sebuah bunga besar. Gunungan ini mempunyai bentuk seperti gunung dengan bagian puncak yang terlalu lancip. Juga mirip dengan payung terbuka. Bagian mustaka dihampiri kue besar berbentuk lempengan dengan warna hitam yang sekelilingnya ditancapi sejumlah besar kue berbentuk daun. Sekeliling tepinya ditancapi lidi-lidi bambu panjang, diberi kue ketan berbentuk seperti paruh burung betet, yang disebut betetan.

Bagian bawah tubuh berupa penyangga berbentuk kerucut terbalik yang dibuat dari sejumlah besar pelepah daun pisang. Selain itu diberi kue berbentuk lingkaran besar terbuat dari ketan berwarna coklat yang besar disebut wajik. Disamping itu diberi aneka macam kue kecil-kecil serta buah-buahan.

  1. Gunungan Pawuhan

Bentuk Gunungan Pawuhan sangat mirip dengan bentuk gunungan wadon. Bagian puncaknya ditancapi bendera berwarna putih. Di bagian bawah puncak, ditancapi sejumlah lidi bambu yang setiap ujungnya diberi bulatan kecil berwarna hitam, yang disebut picisan. Gunungan ini dialasi kain bangun tulak dan diletakkan tegak di atas nampan raksasa berkerangka kayu.

  1. Gunungan Dharat

Salah satu gunungan dalam upacara garebeg. Gunungan ini pada bagian puncaknya berhamparkan kue besar berbentuk lempengan yang berwarna hitam, dan sekelilingnya ditancapi dengan sejumlah besar kue ketan berbentuk lidah yang disebut ilat-ilatan (ilat = lidah). Gunungan ini diletakkan tegak diatas sebuah nampan raksasa berkerangka kayu, dan diberi alas kain bangun tulak. Di bawah nampan dipasang dua batang kayu atau bambu panjang sebagai alat pemikul.

  1. Gunungan Gepak

Gunungan Gepak bukan sebagai gunungan yang berdiri sendiri tetapi merupakan deretan tonjol-tonjolan tumpul (gepak) yang terdiri dari empat puluh buah keranjang berisi beraneka macam kue kecil-kecil, yang terdiri atas lima macam bentuk dalam lima macam warna pula, yaitu merah, biru, kuning, hijau dan hitam. Di atas tumpukan kue-kue tersebut dalam setiap keranjang diberi buah-buahan.

  1. Gunungan Kutug/Bromo

Gunungan ini diletakkan di atas buah nampan kayu yang diselimuti oleh kain bangun tulak. Di puncak gunungan terdapat sebuah lobang untu menaruh anglo yang digunakan untuk membakar kemenyan. Selama prosesi upacara, asap kemenyan keluar dari gunungan ini. Gunungan Kutug/Bromo hanya dikeluarkan saat Garebeg Maulud Dal. Artinya hanya sekali setiap delapan tahun.

 

Sumber: www.gudeg.net

Foto : flickr.com

Previous post

Kalender Jawa

Next post

Sejarah Kalender Jawa

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.