BeritaEvent

Walaupun Hujan Deras Festival Cap Go Meh Bogor Tetap Ramai

Bogor 18/2 — Festival budaya Cap Go Meh Bogor berlangsung secara meriah, festival ini laksanakan pada tanggal 11 Februari 2017 dengan mengangkat tema ajang budaya pemerstu bangsa. Tema ini terbukti dengan hadirnya penonton dari berbagai macam suku, agama dan budaya mereka.

Meskipun hujan menghiasi festival budaya ini, para penonton tidak mengeluhkan hal itu mereka tetap menonton dengan antusias. Para pedagangpun ikut mendapatkan rezeki yang melimpah karena banyak penonton yang membeli dagangan mereka. Sungguh Indah sekali dengan kita bersatu tanpa peduli agama, suku dan budaya kita. Festival budaya Cap Go Meh ini menjadi cermin bahwa masyarakat Indonesia masih banyak yang menjaga sikap toleransi.

Pembukaan Cap Go Meh diawali dengan doa dan harapan dari lintas agama. Sebagai puncaknya, turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang secara simbolis membuka Festival Budaya Cap Go Meh, tepat pukul 17.00 WIB.
Dalam sambutannya, Lukman mengatakan bahwa dirinya sangat mengapresisasi acara tersebut, menurutnya Cap Go Meh sebagai bentuk pemersatu bangsa dan mempererat silaturahim antar-pemeluk agama.

“Pendiri bangsa kita telah menemukan formulasi yang indah antara agama dan negara. Festival Cap Go Meh ini salah satu bentuk pemersatu umat dan agama,” ucap Lukman.
“Eksistensi agama berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sangat dihargai. Meski agama bukan dijadikan landasan negara, menurut Menag, namun negara menjamin orang untuk memeluk agama dan kepercayaannya masing-masing. Kebebasan beragama perlu dilandasi dan dilaksanakan secara bertanggung jawab sehingga tidak mengancam orang lain dan dapat menciptakan kerukunan beragama,” tambahnya.

Cap Go Meh 2017 Bogor ini juga diramaikan sejumlah atraksi seni dan budaya seperti Sunda Sisingaan, kesenian Sunda Calung, Rampak Tambur, Barongsai, dan Liong. Panjang rombongan ini biasanya mencapai satu kilometer diikuti oleh ribuan peserta.

Sumber: Kompas

Previous post

Batik Truntum sebagai Budaya Ungkapan Kasih Sayang Orang Jawa Secara Tradisional

Next post

Menjelang Grand Launching Buku "Kode-Kode Nusantara"

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.