BeritaEvent

Mahasiswa Uhamka Peduli dengan Naskah Kuno dan Aksara Sunda

Jakarta 22/1 — Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, mengadakan Seminar Filologi dan Penulisan Aksara Sunda dengan tema “Mengenal Filologi dan Naskah Sunda Sebagai Salah Satu Upaya Penyelamatan Budaya Bangsa”. Seminar ini dilaksanakan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan dosen mereka.

Sebelum melaksanakan seminar, para mahasiswa melakukan penelitian di berbagai daerah Provinsi Jawa Barat antara lain dengan mengunjungi Universitas Padjajaran, Candi Cangkuang, Museum Prabu Geusang Ulun. Di tiga tempat tersebut, mereka meneliti berbagai naskah kuno. Setelah meneliti naskah-naskah kuno, mereka mengetahui bahwa nenek moyang Bangsa Indonesia itu cerdas karena telah mengenal huruf-huruf, membaca dan menuangkan ide-ide mereka dalam sebuah tulisan. Dalam naskah-naskah kuno yang telah dikaji terdapat berbagai macam pembahasan seperti tentang mantra cinta, sosial, kebudayaan, pengobatan dan itu masih bisa digunakan sampai sekarang.

Akan tetapi bangsa Indonesia kurang memiliki ketertarikan untuk mengkaji naskah kuno. Padahal naskah kuno terdapat pemikiran bangsa Indonesia di masa lampau. Akibatnya kita tidak bisa mempelajari pesan dan makna yang terkandung di dalam naskah kuno tersebut. Tak aneh bila bangsa Indonesia tak maju-maju karena bangsa ini tidak memiliki referensi untuk memajukan Indonesia.

Kondisi naskah nusantara saat ini sangat memprihatinkan, ada yang hilang dan ada yang kurang terawat. Bahkan apabila kita memegang naskah tersebut dengan tidak hati-hati maka naskah itu rusak.

Kini banyak naskah kuno menjadi barang dagang jual beli. Penemu awal naskah kuno adalah pedagang lalu pedagang tersebut memperjual belikan naskah kuno tersebut ke pihak luar karena naskah kuno memiliki harga yang sangat tinggi.

Pada kesempatan tersebut, Guru besar FKIP Uhamka Dr. H. Nani Solehati, M. Pd. juga memaparkan hilangnya ketertarikan aksara Sunda di masyarakat. Menurut beliau untuk melestarikan aksara Sunda kita dapat melakukan berbagai hal, contohnya dengan cara berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.

Mempelajari naskah kuno sangat penting untuk kita apalagi anak muda karena di dalam naskah kuno memiliki referensi apa yang harus di lakukan pada masa kini. Oleh karena itu ayo para penerus bangsa pelajari naskah kuno dan tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

Penulis, Afifah Amirotul Islamiati

Previous post

UHAMKA Selenggarakan Seminar Filologi dan Aksara Sunda

Next post

Open Recruitment Sobat Budaya Yogyakarta

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.