Event

Keroncong untuk Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menyosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan. Namun sosialisasi yang dilakukan pada saat itu oleh MPR kali ini ada yang berbeda. Jika biasanya sosialisasi kerap dilakukan melalui seminar dan diskusi, kali ini dengan menggunakan musik keroncong.

Acara sosialisasi yang digagas Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang diapresiasi oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan.

“Bersama-sama dengan MPR Sosialisasi 4 Pilar melalui musik keroncong. Saya bilang setuju, lebih cepat lebih baik karena suatu kehormatan bagi kami MPR bersama komunitas dan yayasan musik keroncong melaksanakan acara ini,” ujar Zulkifli, pada April lalu.

Zulkifli menuturkan, musik keroncong memiliki nilai tinggi, mengandung etika, kesederhanaan, serta sebagai senjata perjuangan kemerdekaan dari zaman penjajahan sampai saat ini.

“Saya apresiasi Sundari Soekotjo (penyanyi keroncong) menyelenggarakan acara ini bersama dengan MPR sosialisasi 4 pilar kebangsaan dan kenegaraan,” ujar Zulkifli.

Di tempat yang sama, Sundari Soekotjo berterimakasih karena MPR menyosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan dengan musik keroncong. Dia berharap, keroncong tidak punah oleh zaman.

“Saya berupaya agar keroncong tidak punah, ini budaya kontemporer. Saya sampaikan rasa terima kasih saya kepada MPR karena turut melestarikan musik keroncong dan melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar,” tutur Sundari.

Acara sosialisasi 4 Pilar dengan keroncong tersebut, masuk dalam Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Direktur MURI Jaya Suprana ingin agar keroncong didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) atau Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB.

“Mereka di dunia tidak punya keroncong, keroncong hanya ada di Indonesia dan keroncong sedang dicanangkan akan dicalonkan ke PBB sebagai warisan kebudayaan Indonesia yang diakui dunia,” ujar Jaya Suprana.

Lagi-lagi, nilai filosofis kebudayaan yang ada di Indonesia mampu menampakkan eksistensinya, bahkan untuk level dunia. Kebudayaan tradisional Indonesia bisa menjadi media untuk banyak hal yang membuatnya sangat berharga untuk dijaga.

Sumber: liputan6.com

Previous post

Pesta Adat Pelas Dimeriahkan 44 Paguyuban dan Berbagai Komunitas

Next post

Keseruan Launching Peta Kuliner Nusantara Menambah Nikmat Pendataan Budaya

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.