#KodeNusantaraBlog

Buah dan Permen yang Melahap Permainan Generasi 90-an

Ketika berbicara millenial, pasti tidak terlepas dari masa kecil yang polos, menyenangkan, gembira, bebas intervensi, dan nyata. Ya, saat 90-an itu para millenials disuguhkan permainan tradisional yang kala itu benar-benar menyenangkan dan nyata. Mengapa nyata? Karena kita melakukannya melibatkan segenap indera yang kita miliki.

Begitu banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan, seperti, lompat karet, tak benteng, tak jongkok, dampu, gobak sodor, petak umpet, batu tujuh, dan masih banyak lagi. Namun lihat sekarang, adakah pemandangan anak kecil memainkan itu semua masih ada?

Sejauh mata memandang, sekarang anak kecil tidak lepas dari buah berteknologi dengan sistem operasi iOS, permen dengan sistem operasi Android Lolipop. Lantas, apa masalahnya?

Begini, pada era global village ini, informasi absurd sangat mudah sampai kepada siapapun, termasuk anak-anak yang telah memegang gadget. Dampaknya, hilangnya kearifan lokal yang bernama sopan santun, karena menjadikan Barat sebagai role model. Hilangnya budaya permainan tradisional karena mereka akan lebih senang di depan buah dan permennya, untuk bermain Clash of Clans, congklak maya, Slither.io, dan masih banyak lagi.

Permainan semacam itu bukan hanya akan menghilangkan permainan tradisional kita, tapi ikatan bermasyarakat akan hilang karena dididik menjadi individualis. Lalu, bagaimana saat kita bermain online, bukankah itu sama saja bermasyarakat? Betul, tapi masyarakat mereka adalah masyarakat konflik. Karena meski mereka berinteraksi, mereka akan tetap melakukan konflik satu sama lain, bersaing untuk kehormatan diri masing-masing. Satu lagi, mereka akan lebih senang pada reward ketimbang usaha. Karena apapun yang dimainkan, mereka akan mendapatkan bonus yang beragam, dan itulah yang mereka cari.

Berbeda dengan permainan tradisional yang pernah millenials rasakan. Kerjasama nyata, ikatan antar teman, ketangkasan gerak, kecerdasan semua dihadirkan di permainan tradisional kita. Jika memang penuh manfaat, apa kita membiarkannya hilang begitu saja? Mungkin, jika ingin membumikan lagi akan serba salah. Tapi, millenials sebentar lagi menjadi orang tua atau sudah menjadi orang tua. Bijak mendidik anak, memberikannya manfaat dari itu semua, akan menyenangkan, bukan?

Kita bisa bermain dan mengenalkan permainan itu semua bersama anak dan partner. Hal itu tentu akan memberikan ikatan pada sebuah keluarga. Atau kita bisa submit permainan tradisional yang pernah dimainkan ke Perpustakaan Digital budaya Indonesia budaya-indonesia.org, jangan biarkan itu semua menghilang, karena manfaatnya yang banyak. Bijak dalam memberikan gadget ke anak, itu juga akan membantu. Ditambah lagi, apa yang kamu submit ke Perpustakaan Digital Budaya Indonesia menjadi sumber penting dalam penyusunan #KodeNusantara. Mari bergerak untuk Indonesia yang berbudaya.

Permainan tradisional yang tadi disebutkan juga bisa kamu akses di Perpustakaan Digital Budaya Indonesia budaya-indonesia.org.

Previous post

Lomba Resep Kuliner Tradisional

Next post

Kemeriahan Pagelaran Seni Budaya Betawi di Pusat Perkampungan Budaya Betawi

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.