#KodeNusantaraBlog

Artefak Kebudayaan yang Terkuak Melalui Kode-Kode Nusantara

Kita semua memahami jika kebudayaan yang ada di Indonesia begitu beragam. Kerajinan, tarian, ritual, pakaian, dan masih banyak lagi. Ekspresi-ekspresi budaya tersebut merupakan artefak kebudayaan ketika mereka menjadi media untuk membaca nilai yang ada di balik itu semua. Artefak sendiri merupakan wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, dan didokumentasikan. Sifatnya paling konkret di antara ketiga wujud kebudayaan.

Karena budaya itu sendiri suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi, maka mereka memiliki sebuah alasan khusus yang terbentuk di akal budi para penggagasnya. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.

Saat kebudayaan itu bertemu dengan sains, maka akan ada nilai yang terkuak ke permukaan, untuk diterima oleh akal budi manusia secara umum. Singkatnya, hal yang tak masuk akal menjadi masuk akal. Tidak sebatas itu, ketika telah memahami alasan di balik kebudayaan yang ternyata telah membentuk system tersendiri, ternyata ada hal-hal yang mengejutkan. Seperti, fakta mencengangkan yang terdapat pada batik yang ternyata terdapat rumus matematika fraktal dalam setiap motif batik yang dibuat. Belum lagi fakta mengejutkan tentang Situs Gunung Padang, dan masih banyak lagi.

Fakta-fakta serta nilai-nilai yang terdapat pada budaya tradisi kita terbentuk dalam kode-kode yang telah terpecahkan oleh para peneliti. Semua disajikan dalam buku Kode-kode Nusantara: Telaah Sains Mutakhir atas Jejak-jejak Tradisi di Kepulauan Indonesia. Literatur ini ada berdasarkan hasil riset budaya oleh Sobat Budaya bersama Bandung Fe Institute, yang mengusung Gerakan Sejuta Data Budaya. Buku ini juga tersusun atas kebudayaan yang tercatat pada Perpustakaan Digital Budaya Indonesia (PDBI) yang bisa diakses oleh siapapun.

Mari kita teruskan pencatatan kebudayaan ini dan berpartisipasi pada #KodeNusantara, jangan ketika ada yang mencatut kebudayaan kita, barulah bersuara keras menentang hal itu.

Sumber: kucingbadung.tumblr.com

Previous post

Konser Musik Kolintang Digelar di Australia

Next post

Kota Tangerang: Proses Pencarian Sebuah Identitas

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.