Berita

Rumah Adat Kerinci Khas Jambi Langka!

Masyarakat Kerinci biasa menyebut rumah adat Kerinci sebagai Umoh Laheik, Umoh Panja atau Umoh Larik. Merupakan karya desain arsitektur, ragam hias dan fungsi dari masyarakat Kerinci tradisional, Jambi. Secara turun-temurun tata cara pembuatan diwariskan namun kini keberadaannya terbilang langka.

Rumah adat Kerinci memiliki fungsi sebagai Tumbi alias tempat tinggal keluarga. Setiap rumpun keluarga dipimpin oleh seorang Ninik Mamak. Terdiri dari bangunan panjang berbentuk panggung dengan deretan petakan yang saling terhubung. Dapat disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga yang menempati karena tidak ada ketentuan untuk ukuran bangunannya. Umumnya setiap keluarga menempati satu petak dengan ukuran panjang 8 meter, lebar 6 meter.

Strukturnya panjang dan tersambung layaknya gerbong kereta, biasanya dibangun di pinggir jalan utama. Fondasi rumah bukan merupakan material permanen. Tumpukan batu alam sebagai tempat tiang didirikan, juga gunakan pasak, serta tambang ijuk sebagai pengikat. Mulanya bagian atap menggunakan bahan ijuk, kini digantikan dengan genteng kayu atau seng yang lebih kuat. Sebelumnya bagian dinding menggunakan kulit kayu (kelukup) dan bambu yang disamak (pelupuh) dan bagian lantai dengan papan. Setelah berkembangnya zaman material tersebut diganti papan kayu Surian yang dihiasi dengan ornamen ukir.

Bagian bawah rumah (umin atau uming) sebagai tempat penyimpanan peralatan bertani, ada juga yang memanfaatkannya sebagai kandang ternak, sebagian lagi dibiarkan kosong. Loteng (parra) dibangun dengan sebuah pintu hari atau pintu matahari (hintu ahai) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda pusaka keluarga. Di depan rumah terdapat beranda berupa panggung kecil (pelasa) yang terhubung langsung dengan tangga kecil untuk memasuki rumah. Pemilik rumah biasa gunakan beranda ini untuk bersantai dan berkumpul. Belakang rumah terdapat pekarangan rumah dengan halaman yang sangat luas dan panjang. Ada pula penyimpanan hasil panen pertanian yaitu bilik di bagian depan atau samping rumah.

 

Sumber: Inddit


Lebih jauh tentang:

 

Previous post

Rumah Adat Kepulauan Nias Terancam Punah!

Next post

Surabaya Adakan Belajar Membatik Untuk Guru

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.