Berita

Rumah Adat Kepulauan Nias Terancam Punah!

Rumah adat (omo hada) yang diduga tak terurus menjadi salah satu penyebab kepunahan banyaknya rumah adat tradisional di Kepulauan Nias, Sumatera Utara.

Salah satu pemilik omo hada yang berjarak 5 km dari ibukota Gunungsitoli, Desa Sihare’o Siwahili, Kecamatan Gunungsitoli Barat mengungkapkan bahwa omo hada masih berdiri kokoh namun sebagian atap yang terbuat dari dua belas ribu helai daun rumbia sudah mulai lapuk karena dimakan usia. Kini belasan rumah adat kondisi bangunannya sangat memprihatinkan. Rumah adat yang merupakan warisan leluhur itu tak terurus akibat biaya pemeliharaannya cukup besar.

Untuk membuat omo hada membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya karena bahan-bahan material harus kayu pilihan yang sudah berumur tua, saat mendirikannyapun harus laksanakan pesta adat besar-besaran atau istilahnya “Fangowasa Sebua” dan didoakan oleh tokoh adat.

Ketika dilihat dari luar bentuk bangunan ini seperti oval dengan beratap daun rumbia dan bagian atapnya terdapat lubang angin. Rumah adat Nias mempunyai empat tiang utama sebagai penghubung beberapa tiang lainnya dan dua tiang panjang atau dikenal dengan istilah “Tari Mbumbu” yang menembus ke atap untuk membentuk rumah adat menjadi oval. Selanjutnya terdapat empat gantungan dengan istilah Ni’obogi sebagai salah satu simbol penghargaan, kegunaannya tempat gantungan makanan dan pakaian dari paman “sibaya” dan kakek “tua” saat adanya pertemuan atau pesta adat Tutur Bedali.

Tiang penyanggah dirangkai sedemikian rupa dengan bentuk vertikal dan horizontal. Model tiang penyanggah ini hanya ditancapkan di atas batu namun sangat kokoh bahkan anti gempa. Pada tahun 2005 silam belasan omo hada ini tidak roboh saat diguncang gempa.

Sayang sekali pemerintah kota setempat terkesan tidak memperhatikan pelestarian rumah adat yang ada di desanya. Bahkan warga pernah mengusir petugas dari instansi terkait. Hal itu dilakukan karena menurut mereka kedatangan petugas hanya sekadar mendata dan tidak pernah memberi bantuan rehabilitasi.

 

Sumber: DialogNews


Lebih jauh tentang:

 

Previous post

Perlihatkan Potensi Budaya Jambi Melalui Film

Next post

Rumah Adat Kerinci Khas Jambi Langka!

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.