BeritaEvent

Aplikasi “Peta Lagu Tradisional Indonesia” Resmi diluncurkan

Kongres Pemuda II 28 Oktober 1928 merupakan tanggal penting dalam sejarah musik dan lagu di Republik Indonesia. Pada kesempatan itulah lagu kebangsaan “Indonesia Raya” pertama kali diperkenalkan. Hari itu pula yang kini diperingati sebagai “Hari Sumpah Pemuda”, mengenangkan saat pemuda berikrar bersama untuk bersatu sebagai Indonesia.

Tepat pada momentum peringatan inilah, Bandung Fe Institute bersama Sobat Budaya meluncurkan aplikasi “Peta Lagu Tradisional Indonesia” yang bertempat di Auditorium JNE Learning Center, Tomang. “Peta Lagu Tradisional Indonesia” adalah sebuah pemetaan lagu tradisional Indonesia yang menunjukkan persaudaraan dan kekerabatan musikal di Kepulauan Indonesia. Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis bagi pengguna Android dan pengguna iOS.

Musik tradisional di Indonesia sangat beragam. Setiap daerah memiliki lagu tradisional yang khas. Dalam proses pendataan budaya yang kami lakukan bersama komunitas “Sobat Budaya”, telah terdokumentasikan setidaknya 1.070 lagu tradisional melalui situs www.budaya-indonesia.org.  Data-data tersebut tersebar dari Aceh hingga ke Papua.

Bandung Fe Institute, sebagai lembaga penelitian kompleksitas  sosial di Indonesia, kemudian berinisiatif untuk melakukan pemetaan terhadap keragaman musik tradisional yang ada di Indonesia.  Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan proses penyaringan, agar mendapatkan lagu yang benar-benar asli dari Indonesia.

Karakterisitik setiap lagu kemudian diukur melalui pendekatan fisika statistik dan termodinamika. Parameter-parameter hasil perhitungan tersebut kemudian dianalisa dengan pendekatan pohon evolusi yang berkembang dalam kajian biologi evolusioner. Dari rangkaian penelitian panjang tersebut akhirnya lahirlah “Peta Lagu Tradisional Indonesia”, yang merepresentasikan perkembangan dan kekerabatan antar lagu-lagu tradisional di Indonesia.

Sejalan dengan visi JNE yang mengusung tagline “Connecting Happiness” dan selama 25 tahun melayani kebutuhan masyarakat akan distribusi barang ke seluruh Indonesia, upaya JNE pun turut menyatukan nusantara dengan menjadi pemegang peran penting dalam sistem rantai pasok di tanah air. Oleh karena itu, JNE mendukung langkah-langkah Gerakan Sejuta Data Budaya yang dijalankan oleh komunitas Sobat Budaya dalam mendata dan memetakan seluruh kebudayaan Indonesia.

Mohamad Feriadi, Presiden Direktur JNE, mengatakan, “JNE terus berkomitmen untuk dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan distribusi barang hingga saat ini. Lebih jauh lagi, JNE juga berharap dapat turut berkontribusi pada perkembangan ekonomi nasional. Gerakan Sejuta Data Budaya merupakan salah satu bentuk pelestarian kekayaan tanah air demi membangkitkan rasa nasionalisme generasi penerus bangsa. Langkah yang bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda ini sejalan dengan visi dan misi JNE untuk mempersatukan nusantara dengan memperkuat sistem rantai pasok hingga ke pelosok negeri”.

“Peta Lagu Tradisional Indonesia” memiliki beberapa fungsi. Yang pertama, peta ini dapat menjadi metode yang terukur (kuantitatif) dalam melihat evolusi dan perkembangan lagu tradisional di Indonesia. Fungsi kedua, ia dapat menjadi alat bantu dalam mengindentifikan lagu yang tidak diketahui atau memiliki kontroversi terkait asal usulnya, misalnya polemik terkait lagu “Rasa Sayang Sayange” antara Indonesia dan Malaysia beberapa waktu yang lalu. Hasil penelitian “DNA lagu tradisional” tersebut secara sah dah meyakinan menujukan bahwa lagu “Rasa Sayang Sayange” berasal dari Kepulauan Maluku. Yang ketiga, peta ini memiliki fungsi edukasi. Masyarakat dapat menggunakannya untuk melihat deskripsi detail dari sebuah lagu tradisional dan pola kekerabatannya dengan lagu-lagu tradisional yang lain. Serta yang keempat, basis data tersebut dapat menjadi sumber inspirasi bagi proses kreatif musik yang baru.

Aplikasi ini dapat diunduh secara gratis bagi pengguna Android dan iOS. Para pengguna Android dapat mengaksesnya http://tiny.cc/androidMusik. Sementara itu para pengguna iOS (iPhone, iPad dan iPod touch) dapat mengunduhnya di http://tiny.cc/iOS-Musik. Semoga aplikasi “Peta Lagu Tradisional Indonesia” ini dapat meningkatkan pengetahuan dan kecintaan kita terhadap lagu tradisional kita, sebagai warisan tradisi adiluhung Nusantara.

Mari mencitai Indonesia dan mari menginspirasi dunia!

Previous post

Launching Aplikasi “Peta Batik Indonesia”

Next post

Mendoan Itu Punya Siapa, ya?

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.