Berita

Budaya Indonesia Pada HUT 70 RI di Selandia Baru

infobudaya.net – Duta Besar Indonesia untuk Selandia Barau Jose Tavares menggambarkan keanekaragaman budaya Indonesia dengan motto Bhineka Tunggal Ika yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati satu sama lain dan toleransi pada acara memeriahkan perayaan HUT RI ke-70.

Siaran pers KBRI Wellington yang diterima Antara di Jakarta pada Ahad, menyebutkan masyarakat Indonesia menyelenggarakan acara tersebut yang bertajuk “Indonesia Day 2015: Colours of the Archipelago” di Wellington, pada Sabtu (29/8).Acara itu merupakan rangkaian perayaan HUT RI tahun 2015 yang dihadiri oleh duta besar dan wakil negara-negara sahabat di Wellington, anggota parlemen dan pejabat tinggi Selandia Baru, wakil- wakil institusi setempat, serta ketua DPRD Provinsi Papua dan masyarakat Selandia Baru dan Indonesia.

Acara dibuka oleh Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Jose Tavares dan Wali Kota Wellington, Celia Wade-Brown.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Selandia Baru secara lebih luas mengenai Indonesia sehingga hubungan di antara kedua bangsa akan terjalin lebih erat.

Masyarakat Indonesia dari berbagai latar belakang seperti profesional, mahasiswa, pelajar, dan anak-anak tampil dengan antusias dan bangga dalam mengisi acara yang ditujukan untuk memperlihatkan dan mempromosikan keanekaragaman budaya Indonesia.

Berbagai pertunjukan budaya yang ditampilkan termasuk tari Saman dari Aceh, Tabusasu dari Papua, Kipas dari Sulawesi, Kecak dari Bali, Bondan dari Jawa, dan tari Piring dari Sumatera Barat. Selain itu juga terdapat peragaan busana dan kain nusantara, musik gamelan dan angklung, pencak silat, serta lagu-lagu tradisional dan kontemporer Indonesia.

Para hadirin menyampaikan kekagumannya terhadap budaya Indonesia yang sangat beragam dan khas dari berbagai daerah. Bahkan para hadirin juga sangat bersemangat dalam turut menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia dan Selandia Baru yang diiringi kolaborasi antara instrumen tradisional gamelan dan angklung dengan alat musik Barat piano dan biola.

Kesempatan ini juga menunjukkan bahwa alat musik tradisional Indonesia dapat digunakan untuk menampilkan adaptasi lagu-lagu kontemporer dan Barat.

Selain itu, diadakan kegiatan promosi ekonomi dan budaya dalam bentuk pameran produk-produk Indonesia siap ekspor seperti produk makanan, minuman, fesyen, dan kerajinan tangan. Pada kesempatan ini KBRI Wellington juga bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan KBRI Wellington untuk menyelenggarakan bazar yang menampilkan berbagai ragam kuliner nusantara dan diisi oleh masyarakat Indonesia maupun memiliki usaha boga di Wellington.

Setiap undangan yang hadir mendapatkan bingkisan yang berisikan berbagai produk makanan dan minuman khas Indonesia sekaligus sebagai promosi produk buatan Indonesia.

Dalam menyelenggarakan acara ini, KBRI Wellington bekerja sama dengan lebih dari 100 personil masyarakat Indonesia dan Selandia Baru yang tergabung dalam KAMASI (Keluarga Masyarakat Indonesia) Wellington, PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Wellington dan Palmerston North, gamelan Padhang Moncar (Jawa) dan Taniwha Jaya Gamelan (Bali) dari New Zealand School of Music (NZSM), Victoria University of Wellington, serta sejumlah anggota masyarakat Indonesia di Wellington dan sekitarnya.

sumber : medanbisnisdaily.com


lebih banyak tentang :

Previous post

Lomba Olahraga Tradisional Digelar di UNJ

Next post

Jambore Nasional Ramaikan Kebudayaan Indonesia di Jepang

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.