BeritaEvent

Komunitas Adat Siap Ramaikan Festival Di Kawasan Pegunungan Karts, Maros

infobudaya.net – Gaung Rammang-Rammang, kawasan pariwisata di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, makin diminati wisatawan baik dari lokal maupun internasional. Banyak wisatawan lokal dan internasional jarang mendengar tentang kawasan ini padahal kawasan ini terdapat pegunungan karts yang jarang ditemui di negara lain.

Festival dengan tema Rammang-Rammang Fulll Moon Festival 2015 akan digelar oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisatan (Kadisbudpar) Sulsel Jufri Rahman menjelaskan, kawasan karts biasanya identik dengan bentang alam yang kering dan gersang. Namun kondisi tersebut berbeda ketika kita mendatangi kawasan Rammang-Ramang.

Hal ini karena daerah tersebut justru subur dengan aliran Sungai Pute yang memiliki lebar 2 sampai 40 meter. Penampakan ini hampir sama dengan pegunungan karst Quillin di Cina.

Kawasan karts seperti di maros dan sekitarnya mempunyai potensi perekonomian seperti pariwisata, kekayaan fenomena alam hingga keanekaragaman hayati. Tapi justru yang dikembangkan di kawasan ini hanya di bidang pertambangan khususnya pengolahan pabrik semen, lanjut jufri.

Bahkan, berbeda saat Karts dijadikan bahan tambang. Jika kawasan karts dikembangkan menjadi sektor pariwisata yang berbasis lingkungan, maka seluruh nilai ekonomi tersebut akan tetap dan berkelanjutan.

“Dengan menjadikan daerah ini sebagai kawasan pariwisata, kawasan Karts Rammang-rammang diharapkan mampu mengkonversi keanekaragaman yang dimilikinya. Juga mampu memberi sumbangan ilmu pengetahuan mengenai karakterisitik daerah yang unik di pegunungan karts,” ujar Jufri.

Mengambil tema Full Moon, Disbudpar ingin mengajak seluruh wisatawan yang datang ke Rammang-rammang untuk menikmati pesona terang bulan di pedesaan kecil yang berada ditengah kawasan tersebut. Harapannya wisatawan yang datang bisa mendapatkan sensasi lain yang jarang ditemui di tempat pariwisata manapun.

Komunitas fotografer, komunitas lukis, komunitas lingkungan, komunitas adat sampai blogger tak luput dari undangan Dispubdar, Selain tema Full Moon, kegiatan yang akan digelar 4-5 Agustus ini mengambil konsep pendekatan berbasis masyarakat. Mmereka diharap bisa mempublikasikan kawasan pariwisata ini sehingga semakin diminta wisatawan lokal dan internasional.

Sumber

REPUBLIKA.CO.ID


Lebih jauh tentang

 

Previous post

Sobat Budaya Pamerkan Batik Fisika dalam Helatan "12 World Class Innovator Exhibition"

Next post

Identitas Masyrakat Dalam Sebuah Tarian

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.