Berita

“Nalak Pamudou”, Gaya Remaja Suku Kerinci Cari Kekasih

infobudaya.net – Sejak dahulu, kaum muda mudi di alam Suku Kerinci memanfaatkan upacara tradisional untuk mencari tambatan hati, dalam dialeg menjajaki atau mencari calon suami/istri yang disebut dengan “Nalak Pamudou” atau “Nalak Sakire“.

Dalam suasana di malam hari menjelang upacara tradisional tersebut, para muda mudi bersenandung bersama dengan acara berbalas pantun dan terkadang di penghujung acara menjelang larut malam mereka menari bersama tarian khas suku Kerinci.

Jika masing-masing pihak sudah bertemu dan mendapatkan pasangan yang cocok, maka sang perjaka mngajak pasangannya untuk menari bersama, berbalas pantun dengan cara melantukan tale-tale tentang cinta atau dengan menari tari tauh atau tari rantak kudo.

Di hari berikutnya setelah pasangan mendapatkan masing-masing cintanya, dilanjutkan dengan tradisi yang bernama “nyubeouk” yaitu sang jejaka menyerobot pekerjaan calon kekasihnya yang sedang bekerja di sawah/kebun. Pasangan yang sudah merasakan getara-getaran cinta, secara bersamaan mereka mengerjakan pekerjaan sambil bertale dengan bernyanyi nyanyian tentang cinta dalam bentuk berbalas pantun.

Selanjutnya apabila  rasa cinta tersebut makin tumbuh, sang lelaki mendatangi ke kediaman sang kekasih pada malam hari yang disebut dengan “batandang”. Secara halus sang jejaka menyampaikan isi hati dengan bahasa pantun dengan diawasi oleh Ibunda  sang jejaka dari dibalik bilik.

Setelah pasangan telah merasa cocok sang lelaki menyampaikan kepada kedua orang tua dan saudara laki-laki sang kekasih, sebagai bentuk keseriusan untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan.

Sumber :

JAMBSTYLE


 

Lebih jauh tentang :

Previous post

Sumsel Ajukan Songket Palembang Jadi Warisan Dunia?

Next post

Curahkan Isi Hati Lewat Ungut-Ungut

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.