Berita

Lonceng Kematian Budaya Kita

infobudaya.net -Berlakunya Permendag Nomor 06/M-Dag/Per/1/2015 tentang Pelarangan Penjualan Minuman Beralkohol, sejak April silam, masih menuai penolakan dari berbagai pihak, karena mengancam kehadiran minuman tradisional. Pasalnya produk hukum tersebut terkesan mematikan sejumlah budaya minuman khas daerah. Seperti yang terjadi pada minuman tradisional Tuak asal Sumatera Utara yang dicap sebagai minuman beralkhohol.

Menyamakan minuman tradisional dengan bir seperti Tuak adalah pola pikir yang keliru. Memang jika mengonsumsi Tuak terlalu banyak akan memicu kemabukan. Namun yang perlu dipahami, Tuak dibuat dari produk alam: nira Aren, yang justru memiliki banyak khasiatnya. Apalagi minuman Tuak sangat identik dengan kebudayaan dan filosofi tradisi Batak. Tuak hadir dalam acara pernikahan, kematian, perkumpulan serta di adat-adat etnis Batak lainnya.

Seperti yang dilansir dalam laman medanbisnisdaily.com, Manguji Nababan, Direktur Pusat Dokumentasi dan Kajian Budaya Batak Universitas HKBP Nommensen, berpendapat bahwa dalam filosofi Batak nomenklatur “tuak natonggi”, yang berarti minuman tuak yang rasanya manis diberikan pihak keluarga perempuan kepada “hula-hula”, saudara laki-laki dan pamannya. Pemberian itu biasanya dilakukan pada pesta pernikahan.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Tuak tidak serupa dengan Bir. “Tuak natonggi itu ibarat ungkapan penghormatan. Kadangkala, tidak langsung diberikan dalam bentuk tuak, tapi bisa juga berupa uang. Belakangan, selain uang juga dijamu dengan bir, tapi ingat bir itu bukan keharusan. Kalau tidak mampu, tidak diharuskan memberikan bir kepada pamannya,” imbuh Manguji.

Namun upaya penyelanggara negara untuk menekan angka minuman beralkhohol patut diapresiasi. Tapi perlu juga menjaga aneka minuman tradisional khas masyarakat lokal kita. Apapun peraturan hukum yang telah dibuat harus dibuat secermat mungkin, kalau perlu dikaji ulang. Agar tak menjadi lonceng yang siap mematikan keunikan Indonesia.

Sumber:

medanbisnisdaily.com


 

Lebih jauh tentang:

Previous post

Tirta Empul, Objek Wisata Terfavorit di Gianyar

Next post

Mengenal Budaya Nusantara Lewat Tekstil

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.