Berita

Enggan Sekolah Demi Tradisi

infobudaya.net – Harus diakui Indonesia memiliki segudang tradisi. Bahkan di sejumlah daerah mewarisi budaya yang terkadang menyampingkan asupan pendidikan bagi si anak. Seperti yang terjadi pada joki-joki cilik di Sumbawa, mereka lebih memilih ikut lomba pacuan kuda ketimbang bersekolah.

Menjadi joki pacuan adalah suatu kebanggaan besar bagi anak-anak Sumbawa. Memiliki anak lelaki sebagai joki cilik merupakan berkah bagi orang tua. Apalagi jika sang anak berhasil menjadi juara dapat memperbaiki perekonomian sekaligus martabat keluarga. Masalahnya, joki sering tidak bersekolah. Dalam setahun setidaknya ada empat lomba pacuan dengan waktu lomba yang amat panjang. Alhasil mereka enggan bersekolah: suka membolos, tak naik kelas dan putus sekolah.

Ironisnya hal tersebut mendapat restu dari para orang tua. Para orang tua mendukung anaknya bolos sekolah demi ikut lomba pacuan, bahkan kalau perlu tak usah sekolah. Dengan mengikuti lomba akan meningkatkan taraf hidup keluarga. Maklum dalam sekali lomba saja para joki bisa mengantungi jutaan rupiah.

Terlepas itu semua, mewarisi tradisi pacuan kuda adalah kewajiban penduduk Sumbawa. Akan tetapi, jangan melupakan hak anak yang menjadi joki untuk mengenyam pendidikan. Bukankah bakat dan ketrampilan yang dimiliki para joki cilik semakin terarah jika mereka tetap bersekolah?

Sumber:

Majalah Tempo


Lebih jauh tentang:

Previous post

Dodol Betawi Sebagai Kudapan Silatuhrami

Next post

"Ritual Tonaas", Pemersatu 9 Etnis Minahasa

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.