BeritaEvent

Batik Nusantara Kaya Akan Budaya

infobudaya.net – Rabu (24/6) kemarin, di Galeri Indonesia Kaya, Sobat Budaya Jakarta mengadakan acara Talkshow yang berhasil membangkitkan semangat kita untuk lebih mengenal budaya Indonesia terutama dalam “Budaya Batik Nusantara”. Mengangkat tema tentang “Jejak Tiongkok dalam Batik Indonesia”, acara ini dihadiri oleh pakar-pakar pembicara yang luar biasa. Terdiri dari Hokky Situngkir (Peneliti dan Penggagas Gerakan Sejuta Data Budaya Indonesia), Rahajeng Pulungsari (Dosen Fakultas Ilmu Budaya –  Sastra Cina, Universitas Indonesia), Djohari Zein (Pengusaha keturunan Chinesse, Pemilik JNE) dan Ketua Sobat Budaya Indonesia (Siti Wulandari), Koko Cici Jakarta 2015 serta Komunitas Tionghoa pun turut mengisi acara. Di moderatori oleh Maman Suherman (atau yang lebih akrab disapa “Kang” Maman) menambah hangatnya suasana Talkshow.

Ternyata Indonesia memang kaya! “Indonesia adalah rumah bagi lebih dari 1000 suku bangsa memiliki budaya yang indah dan harus kita jaga serta lestarikan” (-Siti Wulandari). Mulai dari berbagai suku, bahasa, mainan, lagu, makanan dan pakaian khas budaya Indonesia.  Salah satu pakaian tradisional “kebanggaan” Indonesia yaitu Batik.

Siapa sangka ternyata tidak hanya budaya asli Nusantara saja yang terkandung dalam Batik. Terdapat jejak budaya Tionghoa yg terekam dalam pakaian khas Nusantara tersebut.  Jauh  sebelum abad sekarang, pada abad ke-1, telah terjadi kontak budaya Indonesia-Tiongkok yang melahirkan proses akulturasi budaya kedua Negara. “Apakah kita (Indonesia) atau bangsa lain (Tiongkok)  yang datang membawa? Polemik ini masih dalam penelitian.” ujar Rahajeng Pulungsari.

Indonesia kaya akan Geometri Batik. Ciri batik Tionghoa tersebar, sebenarnya tidak ada batik Tionghoa dalam pohon kekerabatan batik Indonesia, yang ada adalah Batik Nusantara yang dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Batik serta budaya Indonesia lainnya tidak akan mati dan akan terus berkembang, itulah dinamika budaya.” menurut Hokky Situngkir, peneliti Pohon Filomemetika.

Acara Talkshow ini semakin terasa “Nusantara-nya” dengan penampilan tarian tradisional “Renggong Manis dan Lenggang Nyai”, Fashion Show Batik dari Acrobatique @SobatBudayaJKT , Sneakypiece dan Buana Batik. Ditambah penampilan duet Shafinaz ‘n friends yang membawakan tiga lagu penutup acara, salah satu lagu yang dibawakan yaitu “Rame-rame dan Ampar-ampar Pisang”.

Teringat satu kalimat mutiara dari Kang Maman saat menutup sesi Talkshow, “Batik, buang b dan k nya jati ‘ati’, simpan batik dalam hati. cintailah batik selalu.


Lebih lanjut tentang:

 

Previous post

Membaca Tionghoa dalam "geometri" Batik Nusantara

Next post

Awas, Ada Palang Pintu!

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.