BeritaEvent

Ada Budaya Batak di JFK 2015

infobudaya.net – Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2015 ternyata tak cuma menampilan kebudayaan dari orang Betawi, tetapi untuk tahun ini juga dimeriahkan dengan budaya Batak.

Sejatinya, JFK diadakan untuk merayakan hari jadi kota Jakarta, yang tahun ini berusia 488 tahun. Tentu saja, sebagaimana kota-kota besar lainnya, akan menggelar banyak kebudayaan masyarakat asli setempat, di mana Jakarta akan diwakili oleh budaya Betawi. Tapi tahun ini, JFK 2015 tampaknya melakukan hal yang berbeda.

Bagi anda yang berasal dari tanah Tapanuli dan tinggal atau sedang berada di Jakarta hingga 5 Juli mendatang, silahkan berkunjung ke hall B3 dan C3, untuk menikmati sentuhan budaya Batak yang hadir di JFK 2015. Ukiran-ukiran khas Batak akan terlihat menghiasi stand. Sehingga nuansa budaya Batak begitu sangat terasa di stand Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jadi, bagi anda yang ingin menyaksikan sekilas tentang budaya Batak, tidak ada salahnya jika menyempatkan diri ke Stand Pemprov Sumut di JFK 2015.

Selain ciri khas budaya Batak, stand ini juga menyajikan ragam kuliner khas Batak dan Sumatera Utara. Sebut saja untuk minuman, anda akan disajikan Kopi Mandailing dan Kopi Sidikalang yang namanya sudah cukup terkenal bagi para penikmat kopi di seuruh dunia. Selain itu, di stand ini juga ditawarkan makanan khas seperti kue khas Akam, kue Teng dan dodol Medan. Bahkan, di sini juga tersedia ikan teri Medan yang konon sangat nikmat bila disajikan dengan cara digoreng bersambal serta ditemani sayur olahan daun singkong.

Tentu saja, bicara budaya Batak, pasti tidak akan terlupan tentanh kain khas Batak yaitu Ulos. Di stand PemProv Sumut ini, juga dapat kita temukan songket dan kemeja yang terbuat dari kain tenun.

JFK 2015, yang dulu lebih sering disebut dengan PRJ, merupakan acara terbesar, terlama dan terlengkap yang menjadi ajang pameran multiproduk baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Acara tahunan ini digelar di Arena JIExpo Kemayoran. Jangan sampai terlewatkan, karena acara ini akan ditutup pada tanggal 5 Juli 2015.

 


Lebih lanjut tentang:

Previous post

Film Suanggi, Angkat Mitologi Ilmu Hitam Di Timur Indonesia

Next post

Roro Jonggrang Pentas di Taman Budaya Denpasar

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.