BeritaEvent

Cerita Selembar Kain Tenun dari Penenun Asli Sambas

Menenun bukan hanya soal memasukkan benang emas ke dalam benang lainnya. Menenun juga membutuhkan teknik, ketelatenan, ketelitian dan kesabaran ekstra. Proses inilah yang membutuhkan waktu 20 hari untuk membuat satu helai selendang tenun. Kain tenun merupakan produk budaya Indonesia yang dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang kita. Kemampuan masyarakat untuk menenun tersebar dari Sabang sampai Merauke, tak terkecuali di daerah Sambas, Kalimantan Barat.

Seorang penenun asli dari Sambas, Hasimah, datang ke Jakarta untuk memperkenalkan tenun asli Sambas dalam Festival Tumpahan Silok. Proses menenun yang ia tunjukkan di festival tersebut menarik perhatian para pengunjung. Tak jarang banyak pengunjung yang ingin tahu bagaimana cara menenun kain. Dan dengan ramah ia pun menjelaskan proses dan cara membuat kain tenun.

Kehadiran CTI, Cita Tenun Indonesia, membantu Hasimah dalam memasarkan kain tenun hasil karyanya. Untuk satu kain tenun, penenun akan mendapatkan bagian 40 persen dari keuntungan penjualan. Hal ini dilakukan untuk menciptakan kestabilan harga jual tenun di seluruh Indonesia sehingga membantu menciptakan lapangan kerja. Upaya ini cukup berhasil karena kini penenun kain Sambas sudah mulai banyak.

Sumber Berita

cnnindonesia.com


Lebih lanjut tentang:

 

Previous post

Klaim Budaya oleh Negara Lain Karena Minimnya Data Budaya

Next post

Perayaan Saraswati di Belgia

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.