Berita

Pemuda dari 40 Negara Belajar Seni Budaya Indonesia

Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia mengumpulkan 70 pemuda dari 40 negara untuk mempelajari seni dan budaya Indonesia melalui program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSDBI). Tahun ini adalah kali ke-13 BSDBI diselenggarakan.
Peserta beasiswa ini dibagi menjadi 6 kota dan dikirim ke 6 kota di Indonesia yakni Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Para peserta tinggal selama 3 bulan dan mempelajari budaya di daerah mereka menetap.
Para peserta dari berbagai negara ini didampingi oleh pemuda Indonesia. Para peserta akan mempelajari bahasa Indonesia, tari, alat musik tradisional, hingga kearifan lokal masing-masing daerah.
Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, mengungkapkan bahwa BSBI adalah cara Indonesia merangkul generasi muda dari seluruh dunia. Menurutnya program ini penting karena hubungan antar negara bukan hanya antar pemerintah tetapi juga antar rakyat terutama generasi muda.

Phan Khuong, 22 tahun, peserta dari Vietnam, mengatakan tertarik mempelajari bahasa, tarian, dan alat musik Indonesia, karena Indonesia adalah negara terbesar di Asia Tenggara. Dia juga ingin pergi ke gunung berapi dan melihat komodo. “Saya juga mau menikmati hidup orang Surbaya,” katanya yang mengetahui BSBI dari informasi Vietnam Youth Union.

Antusiasme juga ditunjukkan Clement Longuiville, 25 tahun, peserta asal Belgia. Dia mengaku sangat tertarik mempelajari budaya Indonesia. Longuiville mengatakan sudah melakukan perjalanan ke berbagai negara di dunia dan terpikat pada kesenian tradisional Yogyakarta seperti wayang wong dan wayang kuit. “Itu bagus sekali,” ujar pria asal Prancis. Dia pun masih ingin belajar jatilan dan reog. Karena itu, ketika mengetahui ada BSBI, dia segera mendaftar.

Longuiville sebelumnya telah tinggal di Yogya selama tiga bulan. Dia menjadi sutradara ketoprak dan lesung dengan naskah Prancis. Dalam program BSBI, mahasiswa Institut Nasional Seni Film Teater Belgia ini kebagian jatah tinggal di Denpasar. “Saya akan belajar tari bali, gamelan, make up,” katanya.

Sumber Berita

Lebih Lanjut Wayang Wong , Wayang Kulit , Wayang , Reog , Jatilan , Ketoprak , Lesung , Gamelan

Previous post

Kuliner Tradisional Jawa Timur

Next post

Wayang Golek, Warisan Budaya yang Makin Ditinggalkan

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.