Berita

Tanamkan Nilai-nilai Lokal bagi Warga Desa Gudang Kahuripan

Letaknya yang cukup setrategis, berbatasan langsung dengan Kelurahan Isola, Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, menjadikan Desa Gudang kahuripan, berpeluang menyedot wisatawan.

Selama ini, Desa Gudang kahuripan merupakan gerbang masuk ke berbagai destinasi wisata di Lembang. Gudang kahuripan menjadi “wajah” terdepan, mengambil peran dalam mengangkat potensi wisata dan budaya yang bisa berdampak terhadap perkembangan ekonomi dan wisata yang tujuan akhirnya mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Berbagai upaya terus dilakukan pemerintah setempat menggerakkan berbagai lini kehidupan agar menarik minat wisawatan. Di sisi lain, gerakan mengangkat unsur budaya diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat atas budayanya. Salah satunya setiap Kamis seluruh perangkat desa diwajibkan memakai pakaian adat.

Untuk laki-laki memakai pangsi dan iket, sedangkan perempuan menggunakan kebaya. “Kebijakan tersebut dituangkan dalam peraturan desa,” ujar Kepala Desa Gudang kahuripan Agus Karyana. Bahkan pemakaian pangsi, saat ini mulai diikuti anakanak. Di mana PAUD dan SD mulai menerapkan pemakaian baju adat Sunda, yang digunakan pada hari Rabu dan Sabtu.

Dalam kegiatan yang digelar sejak hari Sabtu-Minggu pekan kemarin, berbagai acara budaya dilangsungkan, mulai dari pengajian, karnaval tumpeng dan jampana yang diikuti 12 rukun warga. Kegiatan dipusatkan di Lapang Sinapeul, Desa Gudangkahuripan, dan di sana digelar berbagai kegiatan kesenian dan budaya, seperti calung, pencak silat, karinding dan berbagai kesenian dan hiburan lainnya. Malam puncak ditutup dengan pagelaran wayang golek.

Acara budaya ini dilaksanakan bersamaan dengan prosesi ruwatan dilaksanakan. Upacara ruwatan ini diselenggarakan selain merawat bumi, air, angin dan api, juga sebagai ajang silaturahmi antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintahan desa, serta mencoba mengangkat dan melestarikan budaya yang mulai pudar.

 

Berita terkait

kebaya , tumpeng , calung , pencak silat , karinding , wayang golek , golekruwatan

 

 

 

Previous post

Pesona Keraton Kasepuhan Cirebon Satukan Tiga Agama dan Budaya

Next post

Mahasiswa Jepang Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia di Universitas Kristen Satya Wacana Malang

No Comment

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.